____________________________________

____________________________________________________

Lebih Baik Jadi Pengangguran Daripada Jadi Karyawan Seumur Hidup (1)


Pada Usia berapa Anda menetapkan diri Anda untuk PENSIUN?

Pertanyaan ini bagi sebahagian orang akan sulit untuk dijawab. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah karena banyak diantara kita yang terlena dan nyaman menjadi (maaf) kuli  seumur hidupnya. Padahal dengan penghasilan yang pas-pasan disaat usia pensiun dipastikan beban kehidupan akan semakin meningkat, salah satunya dikarenakan kondisi kesehatan yang semakin tidak stabil dan mudah mengalami sakit karena usia. Ya, jika saja kita menjadi seorang pegawai negeri sipil (pns), kita bisa mendapatkan dana pensiun diakhir hayat kita. Bagaimana jika Anda adalah seorang karyawan swasta dan jelas-jelas kelas rendahan, darimana Anda mendapatkan uang atau dana pensiun?, tolong tanyakan itu dalam hati Anda dan jawablah dengan jujur, tidak usah berbohong dan cukup Anda sendiri yang tahu jawabannya.

Rata-rata umur manusia pada saat sekarang ini hanya sampai usia 65 tahun dan akan kembali menghadap Sang Khalik, ALLAH SWT. Coba saja kita hitung-hitung usia kita yang rata-rata memulai untuk bekerja diusia 25 tahun dan usia pensiun seorang karyawan swasta adalah 55 tahun, maka selama 30 tahun kita mengabdi pada sebuah perusahaan dengan sedikit waktu mengabdi dan beramal untuk TUHAN, itupun tidak akan fokus/khusyu' karena kita disibukkan dengan berbagai macam hal, termasuk mengejar kenaikan jabatan dan status, waktu kita akan banyak tersita untuk perusahaan yang kita cintai tapi yakinlah... perusahaan tak akan mencintai kita. Pada 10 tahun menjelang kematian kita setelah pensiun, kitapun tetap tidak akan mampu beribadah dengan khusyu' karena kita akan tetap mencari uang untuk memenuhi kebutuhan kita dihari tua.  Konon lagi memberikan waktu khusus untuk keluarga yang katanya kita cintai.

Negeri kita tercinta INDONESIA ini hanya akan menjadi negara tua yang tak memiliki apa-apa di tahun-tahun mendatang jika saja paradigma berpikir manusianya tidak berubah mulai dari sekarang. Manusia Indonesia sebahagian besar bermental kuli karena dihasilkan oleh kurikulum pendidikan berbasis kuli, hanya mementingkan hafalan dan keseragaman dengan sedikit aktifitas kreatif. Sehingga menghasilkan manusia-manusia yang tangguh untuk seragam menjadi kuli.

Saudaraku, kembali pada masalah dana pensiun yang kita bicarakan di atas. Bagaimana kalau Anda saya ajak untuk sedikit lebih bijak dan mau mengubah paradigma berpikir kita, jika saja rata-rata usia bekerja dimulai pada usia 25 tahun dan pada saat yang bersamaan kita juga membangun bisnis kita sendiri dengan keseriusan, percayalah pada saat usia 35 tahun atau setelah 10 tahun kita bekerja, kita dapat mengajukan permohonan pensiun dini dari perusahaan tempat kita bekerja, karena usaha milik kita sudah dapat kita andalkan untuk menopang hidup kita. Disisi lain, kita juga menolong orang lain sebab orang lain akan menggantikan posisi kita diperusahaan yang telah kita tinggalkan. Bayangkan dan bandingkan, jika saja kita bekerja sampai usia pensiun disebuah perusahaan, kita hanya menyisakan 10 tahun usia kita untuk beramal pada TUHAN dan berkumpul dengan keluarga, sementara jika saja dibandingkan dengan kita bekerja di sebuah perusahaan dan dalam waktu yang bersamaan kita juga membangun bisnis kita sendiri, setelah 10 tahun kitapun pensiun. Maka waktu kita yang tersisa untuk beramal pada TUHAN akan jauh lebih banyak dan kitapun akan memiliki waktu yang lebih lama untuk dapat berkumpul bersama keluarga.

TUHAN akan selalu memberi apa-apa yang diminta oleh umat-Nya, bila saja umat-Nya selalu berprasangka baik kepada-Nya. Mulai sekarang, buka pikiran Anda untuk memulai sebuah bisnis demi masadepan Anda dan orang-orang yang Anda cintai. Bertindaklah, untuk meraih kemerdekaan finansial.

Inspirasi Bisnis :

Tuhan Menghendaki Kita Kaya

Mari kita simak kisah ilustrasi seorang TUKANG BAKSO yang hanya tamatan SD, tapi lulus "The life University" sehingga mampu "Belajar dari jalan kehidupan" yang berdampak positif terhadap pencapaian "financial freedom" setelah bekerja hanya lebih kurang 5 tahun saja, dengan "passive income" Rp. 9 juta/bulan !!!

Gerobak Bakso ke-1 :
Seorang tukang bakso memiliki gerobak bakso dengan penghasilan bersih Rp. 60,000/hari (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya sekitar Rp. 30,000/hari. Lalu ia berjuang untuk konsisten menabung Rp. 30,000/hari. Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli gerobak bakso kedua yang harganya Rp. 12 juta/unit.

Gerobak Bakso Ke-2 :
Ia sewakan gerobak bakso keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari. Sementara ia tetap jualan bakso pertamanya. Sekarang ia bisa menabung Rp. 60,000/hari. Dalam tempo 200 hari, ia mampu membeli gerobak bakso ketiga.

Gerobak Bakso Ke-3 :
Ia sewakan gerobak bakso ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 90,000/hari. Dalam tempo 134 hari, ia membeli gerobak bakso ke-4.

Gerobak Bakso Ke-4 :
Ia sewakan gerobak bakso keempatnya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 120,000/hari. Dalam tempo 100 hari, ia membeli gerobak bakso ke-5.

Gerobak Bakso Ke-5 :
Ia sewakan gerobak bakso kelimanya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 150,000/hari. Dalam tempo 80 hari, ia membeli gerobak bakso-6.

Gerobak Bakso Ke-6 :
Ia sewakan gerobak bakso keenamnya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 180,000/hari. Dalam tempo 67 hari, ia membeli gerobak bakso ke-7.

Gerobak Bakso Ke-7 :
Ia sewakan gerobak bakso ketujuhnya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 210,000/hari. Dalam tempo 57 hari, ia membeli gerobak bakso ke-8.

Gerobak Bakso Ke-8 :
Ia sewakan gerobak bakso kedelapannya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 240,000/hari. Dalam tempo 50 hari, ia membeli gerobak bakso ke-9.

Gerobak Bakso Ke-9 :
Ia sewakan gerobak bakso tersebut, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 270,000/hari. Dalam tempo 45 hari, ia membeli gerobak bakso ke 10.

Gerobak Bakso Ke-10 :
Ia sewakan gerobak bakso kesepuluhnya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 300,000/hari. Dalam tempo 40 hari, ia membeli gerobak bakso lagi.


Setelah memiliki gerobak bakso yang ke-10, ia berhenti berjualan bakso. Ia sewakan gerobak bakso pertamanya ke orang lain. Ia lalu menggaji seorang "mandor bakso" untuk mengurusi ke-10 gerobak baksonya. IA PENSIUN. Kini ia menikmati penghasilan Rp. 300,000/hari, atau Rp. 9 juta/bulan (sebelum potong gaji sang mandor bakso). Jika ditotal semua usahanya tersebut hanya dicapai dalam tempo 3,2 tahun saja.

Sahabatku yang selalu optimis,
Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari sebuah bisnis. Katakanlah dalam tempo lima sampai sepuluh tahun (bukan 3,2 tahun seperti dalam ilustrasi), sang PENJUAL BAKSO mampu mencapainya. Ini LOGIS, dan bisa terjadi.
Berapa banyak TUKANG BAKSO di dunia yang seperti itu? Mungkin 1 banding 10 juta. Tetapi ADA khan !!!.
Berapa banyak TUKANG BAKSO di dunia yang tetap menjadi tukang bakso seumur hidupnya dan terus hidup susah ? Jawabannya sudah pasti banyak sekali.

Kalau kita mau jujur pada diri sendiri, banyak diantara kita tamatan S1, S2, dan S3 atau apapun lulusannya, namun tidak lulus "The Life University", sehingga tidak mampu "Belajar dari jalan kehidupan". Sehingga, masih harus bergelut dengan kesibukan mencari nafkah setiap hari. Bahkan, banyak diantara kita puluhan tahun bekerja di perusahan dan setelah pensiun, tetap saja bergelut mencari nafkah, dan tetap masih kekurangan. Kemudian bandingkan dengan "TUKANG BAKSO" yang hanya tamatan SD, namun lulus "The Life University", kontras sekali bukan. Semoga bisa jadi renungan kita bersama.
 
(BERSAMBUNG... Bagian 2)
Read More!

Mulailah Dengan Cara Meniru

Lihat-lah seorang bayi mungil yang belum mampu berbuat apa-apa kecuali menangis dan belum mengetahui apa-apa tentang kehidupan, ia masih sangat bergantung pada orang tuanya.

Namun, lambat laun hari berganti hari, minggu demi minggu si bayi kecil itu sedikit demi sedikit mengalami perkembangan, baik secara fisik maupun mental psikologi. Bayi mungil ini mulai belajar sesuatu dari lingkungan sekitarnya, ia belajar dari orang tuanya ataupun orang yang mengasuhnya. Si mungil akan semakin banyak mengalami perkembangan ketika ia membuka diri untuk meniru gerak-gerik atau tingkah laku orang-orang yang berada di sekitarnya. Bayi normal akan selalu belajar dengan cara melihat dan menirukan apa-apa yang dilakukan orang yang berada disekitarnya. Fase demi fase yang dilalui bayi mungil hingga ia menjadi manusia dewasa tidak pernah luput dari pekerjaan meniru. Jika Anda tidak percaya, coba renungkan apa-apa yang telah Anda lakukan selama ini, apakah Anda tidak meniru siapapun?.

Meniru-Lah Untuk Sukses

Sudah kita sadari bahwa proses hidup kita dipenuhi dengan pekerjaan meniru, mengapa itu tidak kita lakukan untuk mendapatkan hal yang terbaik bagi diri kita sendiri maupun orang yang kita cintai. Cari orang yang Anda Anggap bisa menjadi panutan Anda, dan tirulah semua yang dilakukannya. Anda akan mendapatkan hasil yang tidak akan jauh berbeda dengan orang yang Anda tiru.
Misalkan saja Anda ingin memulai sebuah bisnis online, cari dan temukan orang yang telah sukses dibisnis ini sebelumnya, lalu tiru dan lakukan semua yang telah dilakukan oleh orang tersebut, percaya-lah Anda pun akan meraih sukses seperti orang yang telah Anda jadikan contoh. Atau Anda memiliki uang dan ingin berinvestasi dalam bentuk valas/valuta asing (forex) yang memiliki nilai transaksi hingga trilyunan dollar Amerika perhari di seluruh dunia, lalu Anda cari dan temukan orang yang telah lebih dulu sukses dalam bisnis ini. Tiru-lah apa yang dilakukannya. Apapun yang ingin Anda lakukan dan Anda ingin sukses dalam melakukannya, cari dan temukan orang yang bisa menjadi panutan Anda, tiru-lah dan Anda sukses. Anda ingin kaya, cari dan temukan orang yang telah lebih dahulu kaya. Anda ingin hidup lebih sehat, cari dan temukan orang yang mampu menjaga kesehatannya. Intinya adalah, apapun keinginan Anda dan Anda ingin melakukannya dengan sukses, maka cari dan temukan figur yang dapat Anda jadikan --panutan sukses--, jadilah seorang bayi mungil yang siap meniru untuk berhasil, itu saja. Tiru dan Lakukan--Action. Buka diri untuk siap meniru kesuksesan orang lain.
Read More!

Menagih Janji Sang Pencipta

Cara setiap orang dalam menatap dan menghadapi sebuah kenyataan hidup ini akan berbeda-beda. Hidup ini terus saja bergulir tanpa persetujuan dari saya, Anda dan siapapun kita. Roda kehidupan terus berputar dengan cepatnya, tak peduli siap ataupun tidak kita dalam menghadapinya. Sadarilah bahwa jika Anda berpikir hidup hanya untuk bertahan maka cepat ataupun lambat Anda akan segera terlindas oleh kemajuan zaman. Lihat saja disekeliling Anda sekarang, saya yakin perubahan itu pasti sudah terjadi. Lima atau sepuluh tahun yang lalu keadaan disekeliling Anda pasti sudah sangat jauh berbeda dengan keadaan disekeliling Anda sekarang. Pertanyaannya adalah, bagaimana keadaan Anda yang dahulu dengan yang sekarang, apakah sudah ada kemajuan yang berarti atau belum?. Jika Anda mengalami kemajuan, pertahankan dan lebih baik tingkatkan. Jika keadaan Anda masih sama saja seperti lima atau sepuluh tahun yang lalu, dipastikan Anda adalah orang yang merugi dan bersiaplah menjadi korban kemajuan zaman yang akan segera melindas Anda. Jika Anda mengalami kemunduran, maka sekarang saatnya Anda bertindak, bangkit lah. Masa depan Anda adalah apa yang Anda pikirkan sekarang. Jangan pernah Kita berada di zona nyaman yang akan membuat kita terlena dan tak mau bertindak untuk memperbaiki diri. Jauhkan diri Anda dan orang-orang yang Anda kasihi dari perasaan nyaman, jika Anda tak mau tergilas oleh perubahan zaman. Karena seperti yang saya katakan tadi, roda kehidupan selalu berputar dan zaman akan selalu berubah dengan cepat. Meski dilarang untuk merasa nyaman tapi kita harus selalu bersyukur kepada TUHAN atas semua yang telah diberikan-Nya untuk kita.

Saya mengajak Anda menyisihkan sedikit waktu untuk merenung, coba lihat ke sekeliling Anda dan lihatlah dunia ini. TUHAN menciptakan dunia/alam semesta ini dengan begitu kayanya, sehingga segala kebutuhan makhluk di dunia ini akan selalu terpenuhi. Kekayaan alam ini diciptakan TUHAN tanpa batas dan takkan pernah ada habisnya. Saya yakin, diantara kita pasti ada yang berpikir bahwa yang saya katakan tidak 100% benar, karena hampir dapat dipastikan bahwa beberapa jenis kekayaan alam akan segera habis, contohnya minyak bumi yang berasal dari fosil. Akan tetapi jika saja kita mau dan mampu berpikir sedikit lebih bijak, sebenarnya TUHAN memberikan kepada manusia akal dan pikiran sehingga manusia harus terus berpikir untuk mencari solusi dan alternatif lain untuk memenuhi kebutuhannya. Jika saja minyak bumi yang berasal dari fosil akan habis maka kita harus berpikir kreatif untuk segera mencari alternatif lainnya. Seperti yang saya katakan tadi, jangan pernah merasa nyaman. Sama halnya dalam kehidupan kita masing-masing, kita harus selalu kreatif. Jika saja Anda sudah merasa nyaman dengan kehidupan Anda, mohon jangan lanjutkan membaca artikel ini, namun jika Anda tidak merasa nyaman dengan kehidupan Anda sekarang maka saya persilahkan Anda memilih untuk melanjutkan membaca artikel ini sampai habis dan saya sarankan Anda untuk DOWNLOAD E-BOOK GRATIS dari saya, saya yakinkan pada Anda bahwa e-book saya akan memberikan Anda sebuah solusi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan Anda.

Ketahuilah bahwa TUHAN sudah berjanji pada diri-Nya, setiap makhluk ciptaan-Nya akan mendapatkan kehidupan yang layak di dunia ini. Rezeki setiap makhluk sudah ditetapkan oleh-Nya, satu hal lagi yang harus dipahami, bahwa TUHAN tidak pernah membatasi rezeki bagi makhluk-Nya. Besar kecilnya atau banyak sedikitnya rezeki dari setiap makhluk tergantung atas upaya dan usaha dari makhluk itu untuk mendapatkan yang ia inginkan. TUHAN memerintahkan kepada alam semesta untuk memenuhi segala permintaan dan kebutuhan makhluk ciptaan-Nya. Apapun keinginan Anda, baik itu kekayaan maupun kebahagiaan, tanamkanlah segera dalam pikiran Anda dan kunci keinginan Anda tersebut dalam pikiran Anda. Jika Anda menginginkan kekayaan, caranya sangat sederhana, berpikirlah bahwa Anda sekarang sudah kaya, lalu kunci dalam pikiran Anda bahwa itu merupakan kenyataan. Maka informasi yang Anda sebarkan melalui pikiran Anda akan ditangkap oleh alam semesta, alam semesta pun akan merespon informasi yang Anda berikan dengan memberikan kekayaan yang Anda inginkan. Ingat...! TUHAN telah memerintahkan pada alam semesta untuk memenuhi segala permintaan dan kebutuhan makhluk ciptaan-Nya. Tidak hanya untuk kekayaan saja, pikirkan apa saja yang Anda inginkan dengan sungguh-sungguh, maka alam semesta akan mewujudkannya. Mungkin... Anda ingin berhenti merokok, pikirkan bahwa Anda sudah berhenti merokok. Sekali lagi, ingat bahwa alam semesta akan merespon apa yang Anda pikirkan dan akan mewujudkannya, termasuk jika Anda memikirkan hal-hal negatif, maka alam semesta akan mewujudkannya juga. Anda diberikan hak untuk memilih. Anda pilih hal positif atau negatif, itu adalah hak Anda.

Mari kita renungkan bersama... kenyataannya tugas saya, Anda dan seluruh umat manusia yang telah diturunkan di muka bumi ini sesungguhnya adalah untuk menagih keniscayaan atau suatu yang mungkin yang telah dijanjikan TUHAN, TUHAN berkata... "Minta-lah, Niscaya akan Ku-beri" dan IA juga berkata… “Jadi, maka Jadi-lah”.  Begitu sederhananya tugas manusia dimuka bumi ini, sehingga tak sedikit dari kita yang terlena dan nyaman dalam kesederhanaan yang jauh dari kehidupan layak sebagaimana yang telah TUHAN janjikan.

TUHAN memang MAHA ADIL, pernahkah Anda membayangkan bagaimana jika TUHAN tidak memperlakukan Makhluk-Nya secara adil?! Saya tidak akan pernah dapat membayangkan jika TUHAN tidak berlaku adil. Tetapi yang anehnya, manusia sebagai makhluk ciptaan TUHAN malah mngadili TUHAN dengan berkata bahwa TUHAN tidak berlaku adil kepadanya.

Sadarilah bahwa... kekuatan terbesar manusia berada dalam pikiran manusia itu sendiri, sehingga jika Anda berpikir ANDA BISA maka ANDA BISA. Begitu juga sebaliknya. Untuk mendapatkan sesuatu yang Anda inginkan, maka Anda harus bertindak sekarang juga tanpa menunda-nunda.
Read More!

Merdeka Sampai Mati

Bermula pada tahun 1945 negeri Indonesia ini diproklamirkan, jika kita hitung sekarang Indonesia sudah berusia 64 tahun. "Merdeka", itulah kata yang dikumandangkan setiap orang saat ditanya apa sebenarnya yang terjadi 64 tahun silam terhadap negeri tercinta Indonesia ini. Jika saja pada saat itu tak ada Action dari para pemuda untuk menculik Soekarno dan Moh. Hatta maka Indonesia takkan juga diproklamirkan merdeka. Sekarang sudah 64 tahun usia Indonesia, apa yang kita rasakan sekarang adalah pengorbanan orang-orang terdahulu yaitu para pejuang yang tak pernah kenal menyerah, mereka punya cita-cita mulia, dan itu yang menguatkan perjuangan mereka.

Sekarang muncul pertanyaan, benarkah kita sebagai individu sudah merdeka dan tidak lagi terkekang?. Tidak sedikit saudara kita setanah air yang masih berada dalam kuadran atau lingkaran keterkekangan, mereka berada di bawah garis kemiskinan. Sebahagian besar dari mereka tak mampu berbicara banyak, jangankan untuk menancapkan tonggak kemerdekaan dari sisi financial, pendidikan mereka saja sangat jauh tertinggal. Sesungguhnya bangsa ini belum merdeka, masih banyak orang Indonesia yang tertindas akibat ketidakadilan yang diciptakan sejak dulu. Tanpa sadar bangsa kita sekarang sedang dijajah oleh bangsa sendiri, lihat saja seorang koruptor kelas kakap mampu melenyapkan uang negara milyaran rupiah. Padahal jika uang tersebut dialokasikan sebagai dana pendidikan maka negeri ini akan jauh lebih maju, kenapa lebih maju? Jawabannya mutlak, para orang tua tidak usah gusar lagi memikirkan uang sekolah anaknya, dan yang paling menggembirakan lagi bila pendidikan gratis di negeri ini bisa terwujud maka akan semakin sedikit anak-anak putus sekolah, anak-anak tak perlu lagi menjadi pengamen hanya untuk mendapatkan uang tambahan agar tetap bisa melanjutkan sekolah. Satu hal lagi yang dapat menjadi bukti bahwasanya banyak orang di negeri tercinta ini belum merdeka, coba saja kita lihat dijalan-jalan protokol kota besar Indonesia, masih sangat banyak anak-anak jalanan, pengemis, pengamen maupun tunawisma berseliweran. Bukankah tertulis dalam salah satu pasal Undang-Undang Dasar 1945 bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Nah, pada kenyataannya fakir miskin dan anak terlantar diabaikan oleh negara. Inikah yang disebut kemerdekaan?. Memang kita tidak bisa seratus persen menyalahkan pemerintah atas seluruh kejadian yang ada dimuka bumi Indonesia tercinta ini. Mulailah dari diri sendiri, dengan mendisplinkan diri. Contoh yang paling sederhana mendisplinkan diri adalah dengan menghargai hak-hak orang lain, misalnya saja tidak merokok disembarang tempat. Ini juga merupakan bentuk kemerdekaan.

Sudah selayaknyalah kita orang-orang yang memiliki kemampuan lebih, sedikit meringankan tangan untuk membantu mereka-mereka yang kurang beruntung. Sementara itu, orang-orang yang kurang beruntung juga seharusnya mau membulatkan tekad untuk melakukan sesuatu yang lebih demi masa depan yang lebih baik, bulatkan tekad Stop Dreaming Start Action, jangan hanya berpangku tangan dan mengeluh. Hanya dengan melakukan sesuatu kita akan menghasilkan sesuatu pula. Cara yang paling sederhana untuk mengisi kemerdekaan adalah dengan ACTION (melakukan) sesuatu yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna dan memiliki akal pikiran, kita harus tetap konsisten memperjuangkan perbaikan masa depan kita. "Kegigihan adalah semangat pantang menyerah yang harus kita miliki. Dengan bekal kegigihan dan usaha yang konsisten, kesuksesan yang kita peroleh pasti berkualitas dan membanggakan!" (Andrie Wongso). Kesuksesan merupakan kemerdekaan nyata yang harus dimiliki oleh setiap individu, sesuai juga dengan yang dikatakan oleh Andrie Wongso bahwa "Sukses adalah Hak Setiap Orang__Success Is My Right".

Semangat pantang menyerahlah yang membuat negeri ini merdeka, maka dari itu untuk mengisi kemerdekaan ini marilah kita miliki semangat pantang menyerah tersebut agar kita mampu mengisi kemerdekaan ini sehingga kita layak mendapatkan kemerdekaan sejati dan kemerdekaan hakiki. Meskipun sekarang kita belum merasakan kemerdekaan seutuhnya, maka mulai saat ini marilah kita berpikir keras dan bekerja lebih keras lagi untuk membangun masa depan anak cucu kita, agar mereka mendapatkan kemerdekaan yang sejati. Sudah saatnya kita membentuk komunitas beranggotakan orang-orang yang memiliki sikap positif dan memiliki mental pantang menyerah--pekerja keras.

Tak mudah untuk meraih sukses, banyak halangan maupun rintangan yang dihadapi. Tapi yakin dan percayalah pada kekuatan diri sendiri, dunia ini begitu luas dan menyiapkan kesempatan bagi setiap orang yang mau memperjuangkan masa depannya. Ikrarkan dalam hati kita masing-masing untuk dapat meraih kemerdekaan sejati dan jadikan diri kita Merdeka Sampai Mati.
Read More!

Stop Dreaming Start Action

Ayo kita tekadkan mulai saat ini dalam hati kita untuk menggalakkan Stop Dreaming Start Action... Mulailah Bertindak...


Apa yang yang dapat dipahami dan diyakini oleh pikiran, dapat pula diraih…__Napoleon Hill__

Jangan putus asa; kerapkali kunci terakhir dalam rangkaian akan membantu membuka gembok…__Zig Ziglar__

Jangan putus asa; tetapi kalau Anda putus asa, tetaplah bekerja dalam keputusasaan… __Edmund Burke__


Manusia Diciptakan Untuk Pencapaian

Sejak awal manusia telah mencoba menemukan arti hidup. Para filsuf telah mengabdikan kehidupan mereka untuk menyingkap misteri dari penciptaan manusia. “Sesuatu yang diciptakan untuk sesuatu sebab”, kata Plato. Itu artinya, tujuan kita di atas dunia ini adalah untuk mengeluarkan segala potensi yang kita miliki. Bukan untuk menunggu tapi bertindak.

Manusia adalah makhluk lemah, tapi haus kekuasaan, manusia makhluk fakir namun memiliki khayalan yang tinggi, memiliki fisik kecil dan lemah namun kebutuhannya tidak pernah habis. Manusia merupakan homosapiens atau makhluk yang memiliki akal dan pikiran. Manusia telah diciptakan menjadi makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk-makhluk Tuhan lainnya. Bukan hanya itu, manusia memiliki mental yang sangat sempurna. Jauh sebelum kita dilahirkan, kita telah mengalami persaingan yang begitu ketat, sebab kita harus mampu bertahan dan memenangkan persaingan dengan kurang lebih 2 juta sel sperma lainnya yang akan membuahi sel telur yang berada di rahim ibu kita. Bayangkan saja jika 2 juta sel sperma itu berhasil menjadi manusia yang utuh seluruhnya tanpa ada persaingan, akan jadi seperti apa orangtua kita dan dunia ini. Sudah sejak awal Tuhan mentakdirkan kita untuk menjadi seorang pemenang, tapi mengapa setelah berada di dunia ini kita takut untuk menjadi seorang pemenang. Sebuah kata yang paling berharga dalam hidup kita, tapi selalu kita anggap remeh, yaitu TINDAKAN(KlikSaja). Jika saja orangtua kita tidak melakukan sebuah action (tindakan) dalam sebuah perkawinan, kita tidak akan pernah mengalami fase kehidupan di dunia ini. Jadi, tindakan kedua orangtua kitalah yang mengawali kehidupan kita. Tapi, mengapa setelah berada di dunia ini kita selalu saja lambat untuk mengambil sebuah tindakan nyata dalam mengubah kehidupan kita kearah yang lebih baik, bahkan tidak sedikit diantara kita tidak pernah membuat tindakan positif untuk mengubah kehidupannya, ironis memang.

Kelompok Manusia

Menurut Imam Al-Ghazali manusia dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama, kelompok orang yang disibukkan oleh dunianya. Manusia jenis ini lupa bahwa dirinya akan meninggal, dan hanya akan membawa selembar kain kafan saja pada saat itu. Kedua, orang yang disibukkan oleh akhiratnya. Ketiga, orang yang bekerja untuk dunianya dan tidak pernah melupakan akhiratnya. Bahkan ia memaksimalkan bekerja untuk dunianya demi menyempurnakan akhiratnya. Dari tiga jenis manusia ini, menurut Al-Ghazali tipe ketigalah, tipe manusia paling ideal. “Bekerjalah untuk dunia seolah-olah kamu hidup selamanya dan bekerjalah untuk akhirat seolah-olah akan mati besok” (Hadits). Dunia dan akhirat adalah dua hal yang tak perlu dipertentangkan.
Doa dan Usaha

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk tidak menjadi generasi pemalas, karena kemalasan identik dengan kemiskinan. Generasi yang hanya menengadahkan tangan untuk memohon belas kasihan orang lain. Tindakan meminta-minta merupakan tindakan yang tercela. Tuhan paling membenci orang-orang yang tidak mau bekerja, Tuhan paling menyukai orang-orang yang bersusah payah mencari penghidupan dibandingkan orang yang hanya selalu berdo’a di mesjid tanpa tindakan berusaha dan bekerja.

Doa merupakan salah satu bentuk ibadah kita kepada Tuhan, doa juga merupakan media komunikasi antara hamba dan Tuhannya. Sekarang mari kita bayangkan, kita setiap hari berada di dalam mesjid dan terus berdoa tanpa melakukan usaha apapun, akankah Tuhan memberikan segala yang kita minta. Pada saat kita lapar Tuhan pun tidak akan menyulangi kita, oleh sebab itu sekali lagi ditegaskan bagi kita untuk doa dan usaha.

Kaya Dimulai Dari Dalam Pikiran

Sekarang tetapkan berapa jumlah uang yang kita inginkan dan gambarkanlah diri kita telah memperolehnya. Miliki keyakinan dalam visualisasi kita. Jangan lupa untuk menetapkan juga batas waktu yang jelas. Bersikaplah tegas terhadap diri sendiri. Hidup akan memberikan segala sesuatu yang kita minta darinya. Belajarlah dari kesalahan diri sendiri dan orang lain, karena dari berbagai macam kesalahan tersembunyi sebuah pelajaran yang berharga. Perlu diingat, hanya orang yang berbuat yang akan mengetahui sebuah kesalahan.

Pikiran merupakan faktor yang paling berpengaruh untuk membangun sebuah impian dan tujuan dalam hidup. Mulai saat ini marilah kita bersama-sama memposisikan pikiran kita menuju keberhasilan atau pada kesuksesan. Apapun tujuan atau impian kita, baik dalam kehidupan sosial maupun bisnis, kekuatan yang ada dalam pikiran kita akan sangat berpengaruh untuk menghancurkan atau membangun kejayaan kita.

Lakukan Tindakan Peniruan yang Dihalalkan

Apapun yang menghasilkan uang untuk seseorang, dapat pula menghasilkan uang untuk orang lainnya. Temukan sebuah ide atau seseorang dengan kesuksesan yang telah terbukti. Kita dapat melihat semua bisnis yang berhasil pasti mengalami jatuh bangun, juga mengalami cobaan-cobaan maupun godaan-godaan.

Tindakan meniru dapat dilihat dalam berbagai hal, disini kita ambil contoh dalam dunia hiburan terutama musik, dapat kita lihat banyak grup-grup musik baru yang muncul dengan cara meniru grup musik sebelumnya yang telah terlebih dahulu sukses. Baik grup musik terdahulu dan yang baru muncul keduanya akhirnya sama-sama sukses. Jika kita menginginkan punya banyak uang, carilah seseorang yang telah terlebih dahulu memiliki banyak uang tanpa mengurangi tujuan-tujuan kita sendiri, belajarlah dan ikuti petunjuk yang diberikan oleh orang tersebut. Di dunia yang disebut internet pun dapat kita implementasikan proses meniru ini, sebuah bisnis online yang dibangun oleh Bapak JOKO SUSILO telah berhasil menjadi bisnis reseller yang sangat direkomendasikan di jagad maya ini, beliau juga membagikan rahasia suksesnya dalam situs FORMULABISNIS.COM yang dimilikinya. Kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang kita pikirkan sebelumnya. Maka tirulah sekarang juga. Jangan pernah takut untuk meniru, jika kita takut untuk meniru maka dijaman yang serba cepat ini kita akan selalu ketinggalan, ketinggalan identik dengan kemiskinan. Untuk diingat, yang terpenting adalah TINDAKAN bukan hanya berpikir tetapi tidak melakukan apapun.

Tetaplah Berusaha

Komitmen dan konsistensi merupakan sesuatu yang mutlak yang harus dimiliki setiap orang untuk dapat meraih sesuatu yang diinginkannya. Kita ambil sebuah contoh konkrit dalam kehidupan kita, seorang anak balita harus terus menerus secara berulang melakukan hal yang sama yaitu mencoba berdiri dan terjatuh, lalu berdiri lagi dan terjatuh lagi, hingga ia mampu berdiri dan akhirnya iapun mampu berjalan. Jika saja anak balita tersebut tidak konsisten dan juga tidak berkomitmen kepada dirinya sendiri untuk mampu berdiri dan berjalan maka ia tidak akan pernah berhasil, satu lagi… anak balita tersebut tidak pernah merasa takut akan kegagalan yang terbentang dihadapannya. Dulu saat Anda belajar membaca, bukankah Anda juga melakukannya secara berulang-ulang. Jadi, jangan bosan melakukan sesuatu secara berulang-ulang, sebab hafal kaji karena diulang.

Saat kita menghadapi kesulitan atau krisis, kita akan berusaha berjuang untuk tetap bertahan. Tapi pada saat usaha kita tampak tak menghasilkan perubahan seperti apa yang kita harapkan akhirnya kita menyerah. Hal yang paling mudah untuk dilakukan dalam keadaan yang terjepit adalah menyerah, namun sikap membiarkan kesulitan dan penderitaan akan menghancurkan kehidupan kita secara keseluruhan. Lazim kita mengetahui pengalaman dari orang-orang sukses bahwa kegigihan dan sifat pantang menyerah sebagai kunci keberhasilan. Kunci untuk membangun sikap gigih adalah bukan seberapa banyak kita bangkit dari kegagalan tetapi kepemilikan kita atas sikap pantang menyerah dan tidak pernah berhenti berusaha. Sekadar mengingatkan tentang analogi air, bahwa air akan mendidih pada suhu 100oC. Sama halnya dalam kehidupan kita, kita tidak tahu kapan kita akan meraih sukses, meskipun itu tinggal selangkah lagi. Untuk itu teruslah melakukan usaha ataupun melakukan tindakan. Satu hal lagi, hidup adalah proses, maka laluilah proses layaknya kepompong berubah menjadi kupu-kupu.
Windston Churchill (Perdana Menteri Inggris) ketika pidato di depan mahasiswa universitas Oxford mengucapkan tiga kata yang begitu luarbiasa, Never Give Up—jangan pernah menyerah. Kata-kata ini sangat menyentuh dan dikenang dalam sejarah.

Zig Ziglar dalam bukunya Steps to the Top menceritakan sebuah kisah; ketika baru lahir, Kevin Poland divonis dokter tidak akan bisa bertahan hidup sampai 24 jam. Kemudian kedua orangtuanya diberitahu bahwa Kevin tidak akan hidup sampai 1 tahun pertama. Kevin dan kedua orangtuanya bisa saja memiliki banyak alasan untuk putus asa dan menyerah dalam keadaan yang sulit seperti ini. Tetapi, kata putus asa dan menyerah tidak ada dalam kamus kehidupan mereka. Kevin memakai popok sampai ia berumur dua belas tahun, batangan baja tahan karat dalam punggungnya sebagai penyangga agar ia bisa duduk tegak. Untunglah Kevin punya orang tua yang sangat mencintainya hingga mau melakukan apapun yang terbaik untuknya, meskipun begitu orang tuanya mengajarkan kepadanya tentang kemandirian dan tidak tergantung pada orang lain. Kevin tumbuh besar, ia tidak menginginkan seorangpun untuk merawatnya. Dia ingin punya pekerjaan dan lebih bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Sebagian besar kehidupannya selama sembilan belas tahun dengan menggunakan kursi roda Kevin melakukan aktivitas. Dia berhasil lulus ujian SIM yang memungkinkannya untuk dapat mengemudikan mobil miliknya sendiri yang interiornya didesain dan diberi perlengkapan khusus. Kita dapat menangkap sebuah pesan moral disini, bahwa Kevin mempunyai kebebasan dan kesempatan lebih banyak untuk membuktikan kepada orang-orang yang mudah menyerah, apalagi mereka diberikan kesempurnaan dari segi fisik dan psikologi.

Mengapa Impian Tak Tercapai?

Seorang presiden pernah berkata “gantungkan cita-citamu setinggi langit”, orang itu adalah Ir. Soekarno. Maksud dari kata-kata beliau adalah bila kita menggantungkan cita-cita kita di langit dan jikalau nanti tak tercapai sampai dilangit tapi kita tetap berusaha.

Jika ditanya, setiap orang pasti ingin meraih apa yang dicita-citakannya, tetapi untuk merealisasikan impiannya tersebut kebanyakan orang akan mencari-cari alasan untuk tidak bertindak. Banyak orang diantara kita, mungkin termasuk penulis yang memiliki impian yang begitu hebat tetapi sayangnya tanpa ada tindakan. Inilah yang membuat kebanyakan dari kita yang terjebur kedalam dunia khayalan. Tidak ada tindakan—No Action, membuat manusia hanya mampu berpangku tangan dengan berjuta khayalan dan akhirnya menjadi gila. Sekarang, lakukan sesuatu untuk meraih impian.

Penulis buku Top Secret of Success, Suryadi Sasmita yang juga seorang pengusaha sukses menyatakan banyak orang yang mempunyai banyak gagasan atau ide tapi tak juga berani melaksanakan gagasannya itu. Ketika orang lain melaksanakan gagasan tersebut dan berhasil, maka dengan sesumbar ia berkata “saya sudah lama punya ide seperti itu, bahkan ide saya lebih bagus dari itu. Hanya saja saya kurang modal”. Orang yang seperti ini menurut Suryadi Sasmita adalah termasuk dalam kategori NATO, No Action Talk Only.

Cuma Cerita

Sebuah kisah menceritakan; di sebuah kota hiduplah sepasang kekasih yang sudah lama menjalin asmara, kurang lebih 3 tahun. Singkat cerita, disatu malam mingguan di sebuah taman kota sepasang kekasih ini duduk dan bercakap-cakap di bangku yang cukup nyaman.
Pria :”Dinda, jangan marah ya. Boleh kah Kanda memegang tanganmu?!”
Wanita :”Silahkan, Kanda”.
Sambil menatap sang wanita sang Priapun berkata : ”wow… terimakasih Dinda, kalau begitu bolehkah Kanda memelukmu?!”
dengan tersipu sang wanita berkata “Kalau itu yang Kanda mau, silahkan Kanda”.
dengan tidak melakukan sesuatu sesuai ucapan yang sebelumnya, sang pria bertanya lagi:
“Dinda sayang, bolehkah Kanda mencium Adinda?!”.
dengan raut muka masam dan cemberut sang wanita bangkit berdiri dan berlari meninggalkan sang pria sambil berkata”Mulai sekarang kita putus!!!”.

Setelah diselidiki, untuk mencari tahu apa penyebab sebenarnya mereka putus. Akhirnya diketahui sebuah fakta yang begitu menyedihkan, bahwa ternyata pertanyaan yang ditanyakan oleh sang pria pada malam minggu itu adalah pertanyaan yang sama dengan malam minggu-malam minggu sebelumnya, dan entah sudah berapa kali ia bertanya seperti itu tapi tetap tidak melakukan tindakan apapun, hal itu membuat sang wanita bosan dan akhirnya memutuskan hubungan dengan pria NATO (No Action Talk Only) tersebut.
_________________________________________________
Sebahagian besar diantara kita pasti mengetahui siapa itu Christiano Ronaldo, ia adalah pesepakbola handal dari Portugal. Saking handalnya dalam mengocek bola, hingga seluruh pemain mampu ia lewati dengan mudah. Mulai dari pemain tengah lawan hingga pemain bertahan lawan mampu ia lewati, dan akhirnya sang penjaga gawang lawanpun mati langkah untuk menghadang laju langkah Christiano Ronaldo, nah sekarang mengangalah gawang lawan tanpa terkawal siapapun, sementara Christiano Ronaldo menghadapi gawang yang kosong dengan bola di kakinya. Sekarang… Pertanyaannya, akankah bola yang berada di kaki Christiano Ronaldo masuk ke dalam gawang lawan yang sudah kosong tersebut? (Mohon partisipasi dan jawabannya). Thx…
Read More!

Stop Merokok Yuk...!!!

Masyarakat di sekitar kita selalu saja mengidentikkan pergaulan atau persahabatan dengan sebatang rokok yang dihisap pada saat berkumpul ataupun bercengkrama dalam sebuah kongkow-kongkow. Bahkan pada kaum remaja ada slogan “Nggak Merokok Nggak Jantan”, padahal kita ketahui bersama bahwa manusia yang jenis kelaminnya samar-samar sebagian besar juga perokok. Tidak terelakkan lagi hampir semua lapisan masyarakat, tua—muda, miskin—kaya, laki-laki—perempuan menggandrungi nikotin yang merupakan racun yang lambat laun sadar atau tidak akan membunuh secara perlahan. World Health Organization (WHO) telah mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa pada tahun 2020 tembakau akan menjadi pembunuh paling berbahaya bahkan nomor satu di dunia.

Perokok Cenderung Jorok dan Egois

Sadar atau tidak seorang perokok tidak segan-segan maupun berpikir untuk membuang abu rokok ataupun puntungan rokoknya secara sembarangan, bahkan tidak sedikit penikmat candu tar dan karbon monoksida ini menganggap luas dunia ini adalah asbak rokok mereka. Sering kita perhatikan di tempat-tempat umum para perokok ini sama sekali tidak memperdulikan orang lain yang tidak merokok yang berada disekitarnya. Bahkan dengan penuh egois para perokok melanggar aturan larangan merokok yang ada. Lagi-lagi perokok dengan sangat egois tidak peduli dengan kesehatan orang lain yang merupakan perokok pasif, para perokok pasif berisiko lebih tinggi terkena penyakit akibat asap rokok seperti penyakit kanker paru-paru. Sekarang pertanyaannya, masihkah dapat dibenarkan egoisme para perokok aktif sebab mereka yang menikmati candunya sementara kemungkinan terkena penyakit juga didapat oleh perokok pasif?. Sementara terkadang masih ada pecandu rokok yang marah pada saat diingatkan untuk mematikan rokoknya, sebab orang-orang yang tidak merokok yang berada disekitarnya merasa terganggu dan paham akan bahaya dari asap rokok.



Merokok Sama Saja Membakar Sebuah Rumah

Banyak kita lihat disekeliling kita, orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal. Karyawan swasta maupun pegawai negeri kelas rendahan tak memiliki rumah pribadi setelah berpuluh tahun bekerja, akan tetapi merokok jalan terus seumur hidup. Padahal jika kita mau menghitung untung ruginya merokok akan sangat logis untuk berhenti merokok mulai sekarang. Merokok dapat menimbulkan dua kerugian sekaligus, kesehatan rusak dan juga rusaknya finansial. Logikanya sederhana, bila kita asumsikan sebungkus rokok seharga Rp. 9000, dan pecandu rokok menghabiskan sebungkus rokok dalam sehari maka dalam setahun (365 hari) seorang perokok telah mengeluarkan uang sebesar Rp. 3.285.000 untuk membeli rokok, jika seorang pecandu rokok mengamalkan kebiasaan buruknya ini selama 35 tahun maka : Rp. 3.285.000 x 35 tahun = Rp. 114.975.000 (seharga sebuah rumah sederhana) telah dibakar hangus.
Jika Anda ingin memiliki sebuah rumah sederhana, mulai sekarang berhentilah merokok. Sangat mudah untuk berhenti merokok.

Hisap Racun itu Sekarang untuk Mendapatkan Kematian yang Menyiksa

Menurut data yang dihimpun Badan Khusus Pengendalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (TCSC – IAKMI), sedikitnya sekitar 427.948 orang meninggal dunia setiap tahunnya di Indonesia atau rata-rata ada 1.171 orang meninggal dunia setiap harinya, dan 1 orang meninggal setiap jamnya akibat rokok. Sungguh luarbiasa racun yang dikonsumsi ini bekerja, cepat dan mematikan.
Memang nikmat sekali menghisap candu rokok, terkadang rokok menjadi sahabat paling mengerti dan setia satiap saat, tetapi sadar atau tidak rokok juga menjadi musuh yang sangat mematikan. Benda ini mengandung racun yang berbahaya untuk kesehatan seperti tar, nikotin dan karbon monoksida. Tar merupakan hidrokarbon yang bersifat lengket dan akan menempel pada paru-paru. Nikotin merupakan zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah, zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu tumbuhnya sel kanker paru-paru yang mematikan. Sementara itu karbon monoksida merupakan zat yang mengikat hemoglobin dalam darah sehingga membuat darah tak mampu mengikat oksigen. Sehingga lama kelamaan para penghisap rokok akan tersiksa karena ketidakmampauan bernafas dengan normal, mengalami gagal nafas dan akhirnya meninggal dunia.
Sekarang saatnya Anda harus membuat sebuah keputusan untuk memilih hidup sehat tanpa rokok atau Anda dianggap hebat dalam komunitas pergaulan karena Anda merokok tetapi kenyataannya kesehatan Anda sedang digerogoti.
Memang benar tanpa menghisap rokok manusia akan mati juga, tetapi matilah dengan berharga, bukan karena rokok barang busuk yang sama sekali sangat tidak berharga.
Read More!